MOBILISASI DAN PARTISIPASI (I) SEKIAN lama tak membuat ulasan kecil, lantaran jua roda kehidupan yang seakan berputar cepat menggilas segala kesempatan. Adalah seorang mitra kerja yang memantik hasrat tersebut. "Kondisi politik sekarang seperti tahun 55, ya?" ia menyergah. Intinya, ia menarik kesimpulan banyak partai saat itu mengedepankan ideologi atau aliran untuk mencapai tujuan politiknya (politik sebagai panglima). Dan mereka mengerahkan massa aksi dan pendukungnya. Hmm...benar tidaknya memang relatif... Kalau kata orang Prancis, sejarah selalu berulang. Namun, hal itu tak sepenuhnya tepat. Yang berulang adalah faktor penyebab dan dampak yang mirip, sedangkan setiap kejadian mempunyai makna tersendiri atau berbeda. Istilahnya setiap peristiwa mempunyai/mengikuti jiwa zamannya. Boleh dikatakan, sejarah (sebut misalnya prahara) bakal berulang bila suatu bangsa melupakan sejarahnya (ingat jasmerah Bung Karno). Terutama bila tak mau bercermin dengan masa lalu...
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Makna Sebilah Pedang THEMIS adalah Dewi Keadilan dalam mitologi Yunani, sedangkan Iustitia atau Justice adalah Dewi Keadilan dalam legenda Romawi. Keduanya digambarkan sebagai sosok wanita yang menenteng sebilah pedang dan neraca, terkadang mengenakan tutup mata. Ini menyimbolkan bahwa hukum dan keadilan di atas segalanya. Sementara di Negeri Anglo Saxon ada kisah Raja Arthur yang memiliki pedang pembunuh naga dan para ksatria meja bundarnya. Kisah ini mempunyai pesan bahwa kebenaran pada akhirnya mengalahkan kejahatan. Nah, kalau di Tanah Jawa ada Ken Arok yang dengan kerisnya (pedang pendek khas Nusantara) menumbangkan tirani Tunggul Ametung--roman sejarah versi Pramoedya Ananta Toer. Cerita sejarah ini mengandung pengertian bahwa kesewenang-wenangan pasti menemui jurang kehancuran. Sayangnya, kearifan masa silam itu tak lagi dijunjung tinggi. Dewasa ini banyak negeri yang dikangkangi keserakahan duniawi. Di mana kebenaran dipersalahkan dan keadilan ditertawakan. Bahkan, banyak pengh...
Judulnya bukan "Indonesia Kembali Menangis", tapi "Indonesia Belum Bertobat"
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Judulnya bukan "Indonesia Kembali Menangis", tapi "Indonesia Belum Bertobat" BENCANA alam silih berganti dan beruntun menerpa negeri ini. Masihkah Tuan tak merasa ini sebagai peringatan dari Yang Maha Kuasa! Dan, jangan mencari dalil-dalil rasional untuk berdalih soal penyebab bencana karena jika alam atau bumi dirusak, maka alam menjadi murka. Dan alam itu ada yang mencipta dan mengatur, yakni Allah atau Tuhan. Bukan cuma alam yang rusak, banyak manusia terutama pemimpin yang rusak ataupun bobrok moralnya. Boleh dibilang, ini adalah negeri bencana yang penuh manusia busuk dan munafik. Bertobatlah...wahai para penguasa karena hanya Allah Yang Maha Kuasa. Terlepas dari itu, rakyat Indonesia harus menggalang solidaritas meringankan penderitaan para korban bencana. Jangan tunggu pemimpin karena banyak pemimpin sekarang hanya mau dilayani, bukan melayani. * celoteh anak negeri
Meniup Kembali Roh Shark Move
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Meniup Kembali Roh Shark Move Kolaborasi dua generasi ala Benny Soebardja adalah menampilkan Shark on the Move dalam Java Rockin`Land, Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta Utara, pekan silam. Inilah reinkarnasi Shark Move, grup progresif rock asal Bandung yang berkibar era 70-an. Liputan6.com, Jakarta: Reuni dan kolaborasi adalah hal lumrah bagi suatu grup band, terlebih yang pernah berjaya di masa silam. Kenangan masa keemasan, tuntutan penggemar, alasan bisnis, dan idealis bisa menjadi pencetusnya. Nah, Led Zeppelin dan Pink Floyd bisa dijadikan contoh band rock legendaris dunia yang dalam beberapa tahun terakhir menggelar konser reuni. Personel yang sudah tiada pun bukan halangan bagi Robert Plant cs. Mereka menghadirkan Jason Bonham, putra kandung mendiang penggebuk drum Led Zeppelin, John Bonham. Di Indonesia pun beberapa grup kondang masa lalu sempat menggelar reuni, bahkan bangkit dan eksis sampai sekarang. Sebut saja Koes Plus, The Rollies, dan Shark Move. Nama terakhir adalah band...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Gus Dur Wafat Meninggalkan... Liputan6.com, Jakarta: Kalau aku jadi orang dermawan, itu karena ayahku yang mengajarkan. Kalau aku jadi orang toleran, itu karena ayahku yang menjadi panutan. Kalau aku jadi orang beriman, itu karena ayahku yang menjadi imam. Kalau aku jadi orang yang rendah hati, itu karena ayahku yang menginspirasi. Kalau aku jadi orang yang cinta kasih, itu karena ayahku yang memberi tanpa pamrih. Kalau aku membuat puisi ini, itu karena ayahku yang rendah hati. Enam larik puisi bertajuk "Karena Ayahku" itu dibacakan penuh keharuan oleh Inayah Wulandari, putri bungsu Kiai Haji Abdurrahman Wahid, saat tahlilan mendiang ayahandanya di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa malam silam. Linangan air mata dari Inayah Wahid pun membuat banyak orang dari ribuan hadirin tak kuasa turut sedu sedan. Masih diselimuti keharuan mendalam, Inayah berucap: "Ini puisi yang saya buat untuk bapak tiga bulan yang lalu dan saya bacakan di depan bapak. Tapi bapak tidak be...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
KADO LEBARAN DARI MOJOSONGO * TIGA hari menjelang Lebaran, kabar yang sekian tahun ditunggu-tunggu itu akhirnya datang. Tanpa publisitas televisi secara berlebihan seperti saat pengepungan di Temanggung, Jawa Tengah, 8 Agustus silam, tim Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiterorisme melumpuhkan empat orang yang diduga kuat teroris hingga tewas, termasuk korban cedera seorang perempuan hamil. Menurut polisi, wanita yang kemudian diketahui bernama Putri Munawaroh ini turut tertembak lantaran tak mengindahkan peringatan polisi agar keluar dari rumah kontrakan yang sedang dikepung. Rumah ini terletak di Kampung Kepuhsari, tepatnya di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo. Dari tengah malam hingga pagi itu, polisi memang belum dapat memastikan identitas orang-orang yang berada di dalam rumah tersebut. Yang jelas, rentetan tembakan kerap beberapa kali terdengar memecah kesunyian malam kampung gersang yang terletak di pinggiran utara Kota Solo, Jawa Tengah, tersebut. Dan sedikitnya dua...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
DIPAKSA GOLPUT MENJELANG perhelatan nasional, pemilu legislatif 9 April nanti, ternyata banyak permasalahan mencuat. Sebut saja dari kertas suara rusak, logistik pemilu terlambat hingga daftar pemilih tetap atau DPT yang bermasalah. Belum lagi soal keterlambatan laporan rekening dana kampanye sejumlah partai politik. Sejumlah elite partai politik yang baru, terutama yang mengajukan diri sebagai calon presiden, pun khawatir. Boleh jadi mereka cemas upaya keras selama ini untuk menggalang dukungan, terutama dari kalangan akar rumput atau wong cilik, bakal sia-sia. Wacana penundaan pemilu pun bergulir, tapi penyelenggara pesta demokrasi (KPU) bersikukuh pemilu tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Toh, tudingan tetap mengarah kepada KPU. Belum lagi sejumlah keputusan yang dikeluarkan KPU dianggap melanggar undang-undang. Ini jelas bukan tudingan main-main. Dan, ini jelas menjadi makanan empuk bagi media massa elektronik maupun cetak. Pers pun rajin memberitakan kesemrawutan DPT dan sejumlah m...