IVX YANG SAYA KENAL & "KAMPUS TEBET" IVAN Haris Prikurnia termasuk salah satu target narasumber saya untuk menyelesaikan tugas akhir di Jurusan Sejarah, Fakultas Sastra (kini Fakultas Ilmu Budaya), Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung pada 1996. Namun, rencana wawancara batal lantaran batasan tahun bahan penelitian diundurkan hingga dekade akhir 1980-an, bukan 1990-an. Padahal, saya hendak melengkapi data situasi pers dekade 1990-an. Terutama seputar pemberedelan tiga media cetak nasional, yakni majalah Tempo, majalah Editor, dan tabloid Detik oleh Orde Baru. Satu di antara babakan penting bagi penelitian saya yang mengambil tema "Kebijakan Pers di Masa Orde Baru". Meski demikian, saya dapat merampungkan penelitian dan sidang sarjana pada pertengahan 1996. Saya lulus. Selanjutnya, saya baru bertemu dengan sosok Ivan Haris Prikurnia --yang kemudian saya sapa dengan panggilan akrab bang Ivan. Itu di awal 1997. Awalnya, saya mengontak salah satu eks wartawan T...
Postingan
LINK TULISAN LAWAS, TERANYAR HINGGA SUBSITE
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Gus Dur >> Fasilitas Pejabat >> Mafia Hukum >> Perburuan Teroris II >> Perburuan Teroris I >> Debat Cawapres >> Buruh Migran >> Timor Timur >> Chrisye >> Deep Purple >> Wartawan Perang >> Ada Akbar II >> Pengadilan "Mujahid" >> Nyawa Pemudik >> 27 Juli II >> 27 Juli I >> Al Chaidar II >> Al Chaidar >> Sepatu Lars >> Jafar >> Timur Tengah >> Banjir II >> Banjir I >> Kesengsaraan Rakyat >> Sim Salabim >> Aceh II >> Dirundung Malang >> Suap Sajalah >> Hambali >> Aceh I >> Ultah Miliaran >> Menanti Maut >> Hantu Guandong >> Irak II >> Pengadilan Mujahid I >> Menangkis Pedang >> Leluka dan Bunga >> The President >> Ada Akbar >> Sang Proklamator >> Irak I >> Goci >> LINK TULISAN TERANYAR >...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
MOBILISASI DAN PARTISIPASI (I) SEKIAN lama tak membuat ulasan kecil, lantaran jua roda kehidupan yang seakan berputar cepat menggilas segala kesempatan. Adalah seorang mitra kerja yang memantik hasrat tersebut. "Kondisi politik sekarang seperti tahun 55, ya?" ia menyergah. Intinya, ia menarik kesimpulan banyak partai saat itu mengedepankan ideologi atau aliran untuk mencapai tujuan politiknya (politik sebagai panglima). Dan mereka mengerahkan massa aksi dan pendukungnya. Hmm...benar tidaknya memang relatif... Kalau kata orang Prancis, sejarah selalu berulang. Namun, hal itu tak sepenuhnya tepat. Yang berulang adalah faktor penyebab dan dampak yang mirip, sedangkan setiap kejadian mempunyai makna tersendiri atau berbeda. Istilahnya setiap peristiwa mempunyai/mengikuti jiwa zamannya. Boleh dikatakan, sejarah (sebut misalnya prahara) bakal berulang bila suatu bangsa melupakan sejarahnya (ingat jasmerah Bung Karno). Terutama bila tak mau bercermin dengan masa lalu...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Makna Sebilah Pedang THEMIS adalah Dewi Keadilan dalam mitologi Yunani, sedangkan Iustitia atau Justice adalah Dewi Keadilan dalam legenda Romawi. Keduanya digambarkan sebagai sosok wanita yang menenteng sebilah pedang dan neraca, terkadang mengenakan tutup mata. Ini menyimbolkan bahwa hukum dan keadilan di atas segalanya. Sementara di Negeri Anglo Saxon ada kisah Raja Arthur yang memiliki pedang pembunuh naga dan para ksatria meja bundarnya. Kisah ini mempunyai pesan bahwa kebenaran pada akhirnya mengalahkan kejahatan. Nah, kalau di Tanah Jawa ada Ken Arok yang dengan kerisnya (pedang pendek khas Nusantara) menumbangkan tirani Tunggul Ametung--roman sejarah versi Pramoedya Ananta Toer. Cerita sejarah ini mengandung pengertian bahwa kesewenang-wenangan pasti menemui jurang kehancuran. Sayangnya, kearifan masa silam itu tak lagi dijunjung tinggi. Dewasa ini banyak negeri yang dikangkangi keserakahan duniawi. Di mana kebenaran dipersalahkan dan keadilan ditertawakan. Bahkan, banyak pengh...
Judulnya bukan "Indonesia Kembali Menangis", tapi "Indonesia Belum Bertobat"
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Judulnya bukan "Indonesia Kembali Menangis", tapi "Indonesia Belum Bertobat" BENCANA alam silih berganti dan beruntun menerpa negeri ini. Masihkah Tuan tak merasa ini sebagai peringatan dari Yang Maha Kuasa! Dan, jangan mencari dalil-dalil rasional untuk berdalih soal penyebab bencana karena jika alam atau bumi dirusak, maka alam menjadi murka. Dan alam itu ada yang mencipta dan mengatur, yakni Allah atau Tuhan. Bukan cuma alam yang rusak, banyak manusia terutama pemimpin yang rusak ataupun bobrok moralnya. Boleh dibilang, ini adalah negeri bencana yang penuh manusia busuk dan munafik. Bertobatlah...wahai para penguasa karena hanya Allah Yang Maha Kuasa. Terlepas dari itu, rakyat Indonesia harus menggalang solidaritas meringankan penderitaan para korban bencana. Jangan tunggu pemimpin karena banyak pemimpin sekarang hanya mau dilayani, bukan melayani. * celoteh anak negeri
Meniup Kembali Roh Shark Move
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Meniup Kembali Roh Shark Move Kolaborasi dua generasi ala Benny Soebardja adalah menampilkan Shark on the Move dalam Java Rockin`Land, Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta Utara, pekan silam. Inilah reinkarnasi Shark Move, grup progresif rock asal Bandung yang berkibar era 70-an. Liputan6.com, Jakarta: Reuni dan kolaborasi adalah hal lumrah bagi suatu grup band, terlebih yang pernah berjaya di masa silam. Kenangan masa keemasan, tuntutan penggemar, alasan bisnis, dan idealis bisa menjadi pencetusnya. Nah, Led Zeppelin dan Pink Floyd bisa dijadikan contoh band rock legendaris dunia yang dalam beberapa tahun terakhir menggelar konser reuni. Personel yang sudah tiada pun bukan halangan bagi Robert Plant cs. Mereka menghadirkan Jason Bonham, putra kandung mendiang penggebuk drum Led Zeppelin, John Bonham. Di Indonesia pun beberapa grup kondang masa lalu sempat menggelar reuni, bahkan bangkit dan eksis sampai sekarang. Sebut saja Koes Plus, The Rollies, dan Shark Move. Nama terakhir adalah band...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Gus Dur Wafat Meninggalkan... Liputan6.com, Jakarta: Kalau aku jadi orang dermawan, itu karena ayahku yang mengajarkan. Kalau aku jadi orang toleran, itu karena ayahku yang menjadi panutan. Kalau aku jadi orang beriman, itu karena ayahku yang menjadi imam. Kalau aku jadi orang yang rendah hati, itu karena ayahku yang menginspirasi. Kalau aku jadi orang yang cinta kasih, itu karena ayahku yang memberi tanpa pamrih. Kalau aku membuat puisi ini, itu karena ayahku yang rendah hati. Enam larik puisi bertajuk "Karena Ayahku" itu dibacakan penuh keharuan oleh Inayah Wulandari, putri bungsu Kiai Haji Abdurrahman Wahid, saat tahlilan mendiang ayahandanya di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa malam silam. Linangan air mata dari Inayah Wahid pun membuat banyak orang dari ribuan hadirin tak kuasa turut sedu sedan. Masih diselimuti keharuan mendalam, Inayah berucap: "Ini puisi yang saya buat untuk bapak tiga bulan yang lalu dan saya bacakan di depan bapak. Tapi bapak tidak be...