Postingan

RIMBA DAN JEJAK-JEJAK BOOTKU TAK terasa sepatu bootku kembali menjejak jalan setapak nan mendaki pada punggungan curam sebuah gunung sebelah selatan Ibu Kota. Kala itu, sinar mentari hangat menerobos sela-sela kerimbunan pohon di hutan yang setiap hari pasti diguyur air dari langit. Sudah empat jam, sepatu bootku menapak atau melompati batu kecil dan besar. Sejenak pikiranku melayang ke sudut ruangan tempat diriku berlomba dengan waktu yang terkadang terasa cepat. Hmm... Lain benar dengan di sini. Di ruang terbuka ini meski waktu berputar lamban, aku bebas merangsek, menyamping, melompat, atau bahkan berlari terengah-engah. Kebetulan memang, tadi sebuah suara auman seekor macan kumbang memeranjatkan dan membelah kesunyian jiwaku. Beragam tantangan alam itu memang biasa kulakoni semenjak tahu arti bertahan hidup, berjuang, serta mengerti batas kemampuan diri. Dan, bootku yang Made in England ini menyusuri lagi jalan setapak yang kebetulan memang sepi. Terutama dari orang yang ta...
SISKAMLING ATAU MOBILISASI TERSELUBUNG Sepucuk edaran dua helai kertas folio mampir ke kediamanku. Edaran yang tergeletak di lantai serambi rumah itu, ternyata dari ketua RT di lingkunganku di suatu kompleks, bilangan Pasarminggu, Jakarta Selatan. Surat ketikan semacam ini memang umum di Indonesia, yang masih menerapkan: 1 X 24 jam Tamu Wajib Lapor ke Ketua RT/RW Setempat. Lucunya, surat itu berisi imbauan untuk ronda malam atau sistem keamanan lingkungan masing-masing (Siskamling). Lebih geli lagi, edaran itu langsung menyertakan daftar piket kelompok ronda. Ada tujuh kelompok, masing-masing enam anggota. Setiap kelompok dalam seminggu kebagian jatah stu hari ronda dari pukul 22.00-04.00 WIB. Wuih, gile bener! Apalagi, Si RT yang memang tak dipilih melalui pemilihan secara terbuka itu jelas-jelas tidak meminta kesepakatan warga terlebih dahulu. Bla... Bla... Bla.. Begitulah pembuka surat edaran itu seperti biasa. Kalimat selanjutnya lebih menggelikan. Lebih kurangnya begini: B...
MELURUSKAN SEJARAH ATAU SEKADAR MENAMBAL? YANG namanya buku "babon" jelas mencakup patokan atau acuan utama. Namun bagi penyusunan sejarah nasional suatu bangsa, keberadaan buku babon itu mungkin penting. Dari murid sekolah dasar hingga peneliti ilmu noneksata boleh jadi memerlukan suatu "kepastian". Asumsi seperti inilah yang mengilhami sejumlah sejarawan untuk menulis ulang sejarah nasional. Kini, mereka sibuk menyusun delapan jilid buku Sejarah Nasional sebagai revisi enam bundel pustaka Sejarah Nasional bikinan Orde Baru. Tapi, tunggu dulu! Historiografi atau penulisan sejarah seperti itu mungkin konvensional atau sekadar menggunakan metode lama. Dewasa ini, dalam dunia yang serba cepat dan instan, banyak kalangan seolah menafikan sejarah. Fenomena inilah yang mengaburkan makna akan kemanusiaan. Banyak manusia mengeksploitasi manusia atau bangsa menindas bangsa lain. Prinsip kepentingan atau milik bersama banyak dilanggar dengan mengatasnamakan demokrasi....
TAOGE, WASIAT DAN KHASIAT YANG TERABAIKAN PADA suatu hari di sela-sela istirahat jam kerja, seperti biasa, aku melangkahkan kaki ke kantin di belakang gedung kantor. Di deretan meja tengah, beberapa rekan kerja tampak terlibat suatu obrolan mengasyikkan. "Wah, ngumpul nih!" pikirku sembari menghampiri mereka. Setelah menyapa sana-sini, aku pun beranjak sebentar untuk memesan sebuah makanan demi mengganjal perut yang mulai berbunyi kelaparan. Tak lama berselang, pesananku datang, yaitu sepiring tahu petis yang di antaranya berisi campuran taoge dan lontong. "Ayo makan, semuanya," kataku berbasa-basi sebelum memulai menyantap hidangan petang tersebut. "Enak, Ndri," kata Fan, karibku menyergah. "Enak dong, cobain aja deh," ucapku sembari menyodorkan piring berisi tahu petis yang menerbitkan lidah bergoyang itu. "Taoge itu banyak khasiatnya, loh," timbrung Ocid, temanku yang Betawi asli tersebut. "Menarik t...
BOM BUNUH DIRI, JIHAD ATAU PUTUS ASA? FENOMENA suicided bomb atau bom bunuh diri memeranjatkan dunia paling tidak dalam dua tahun terakhir. Dari Tragedi World Trade Center 11 September 2001; rangkaian peledakan bom di Makassar dan Bali 12 Oktober 2002; pengeboman permukiman Yahudi di Riyadh, Arab Saudi; dan ledakan beruntun di Kota Casabalanca, Maroko; hingga ratusan aksi bom bunuh diri di Tanah Palestina. Ribuan nyawa telah melayang akibat bom bunuh diri di wilayah pendudukan Israel. Sedangkan ribuan pemuda Palestina pun tewas demi mempertahankan setiap jengkal tanah dari nafsu serakah Negeri Zionis, Israel. Di "Tanah Sengketa Sepanjang Masa" itu, aksi bom bunuh diri adalah bagian perjuangan intifadah para pejuang Palestina sejak 1967. Namun, sangat sulit mengupas latar belakang aksi bom bunuh diri yang disebut oleh sebagian kalangan sebagai bom jihad itu. Ada dua kutub pandangan mengenai fenomena muktahir tapi bukan barang baru tersebut. Kelompok pertama--terutama k...
PENDETA ITU PUN TURUN GUNUNG TAK banyak negeri yang dapat menahan gempuran atau memukul balik balatentara Raja Iskandar Zulkarnaen Yang Agung alias Alexander The Great. Satu di antara negeri itu adalah India. Pada kurun tahun 327 sebelum Masehi, negeri di Lembah Indus itu memang gonjang-ganjing akibat serbuan armada perang Kerajaan Macedonia tersebut. Bangsa campuran Indo Arya dan Dravida ini pun takluk. Namun, cengkeraman bangsa Grek atas India hanya berlangsung sekitar enam tahun. Rakyat India yang mayoritas memeluk agama Hindu dan Buddha ini berontak. Pemberontakan ini dipimpin Chandragupta, pendiri Dinasti Maurya. Chandragupta yang juga kakek Asoka--Raja India yang terkemuka dan berperikemanusiaan--itu akhirnya berhasil mengusir kaki tangan Alexander dari Bumi India. Raja Maurya itu mungkin sulit meraih kemenangan bila seorang pendeta Buddha, Chanakya alias Kautilya, tak turun tangan. Mahaguru Chanakya memilih turun gunung dan menjadi penasihat terpenting Chandragupta sekaligus...
AMBISI NAPOLEON MENCENGKERAM EROPA BILA saja Napoleon Bonaparte memenangkan pertempuran terakhir di Waterloo, Austria, 1815, mungkin peta Eropa tak seperti sekarang. Ambisi anak petani anggur asal Korsika, wilayah selatan Prancis, ini memang luar biasa. Pena sejarah mencatat, Napoleon mulai berkuasa di Prancis pada akhir tahun 1799 atau sepuluh tahun setelah Revolusi 14 Juli 1789. Awal kekuasaan Napoleon jelas merindingkan bulu roma sejumlah raja di Eropa. Betapa tidak, pria kelahiran 15 Agustus 1769 dan bertinggi badan hanya sekitar 160 sentimeter ini mempunyai segudang ide tentang mengatur soal pemerintahan. Ide-ide revolusi yang digaungkan Napoleon jelas tak disenangi raja-raja di Eropa. Ia juga kerap kali menekan sejumlah raja dengan memaksakan "perkawinan politik". Terlepas dari itu, Napoleon adalah seorang panglima perang jempolan sekaligus negarawan ulung yang berjaya menguasai daratan Eropa sampai seperempat pertama abad XIX. Meski pada akhirnya, Kaisar Prancis...