<body text="white"><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=3958422&amp;blogName=..%3A%3Aanrynovh%3A%3A..&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fanri.blogspot.com%2Fsearch&amp;blogLocale=in&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fanri.blogspot.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>
[ Senin, September 21, 2009 ]
 
KADO LEBARAN DARI MOJOSONGO *

TIGA hari menjelang Lebaran, kabar yang sekian tahun ditunggu-tunggu itu akhirnya datang. Tanpa publisitas televisi secara berlebihan seperti saat pengepungan di Temanggung, Jawa Tengah, 8 Agustus silam, tim Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiterorisme melumpuhkan empat orang yang diduga kuat teroris hingga tewas, termasuk korban cedera seorang perempuan hamil. Menurut polisi, wanita yang kemudian diketahui bernama Putri Munawaroh ini turut tertembak lantaran tak mengindahkan peringatan polisi agar keluar dari rumah kontrakan yang sedang dikepung. Rumah ini terletak di Kampung Kepuhsari, tepatnya di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo.

Dari tengah malam hingga pagi itu, polisi memang belum dapat memastikan identitas orang-orang yang berada di dalam rumah tersebut. Yang jelas, rentetan tembakan kerap beberapa kali terdengar memecah kesunyian malam kampung gersang yang terletak di pinggiran utara Kota Solo, Jawa Tengah, tersebut. Dan sedikitnya dua ledakan terdengar dari rumah sewaan yang dikelilingi pepohonan itu. Rumah itu diketahui ditempati Susilo alias Adib. Lelaki ini keseharian dikenal para tetangga sebagai pengurus sapi di sebuah pondok pesantren di Mojosongo. Tak dinyana pria ini justru belakangan diketahui bagian dari jaringan teroris.

Ketika terang tanah, satu ambulans dan sebuah mobil jenazah tampak meluncur lokasi kejadian. Terutama, setelah tim pemburu teroris memastikan target mereka telah dilumpuhkan. Sejak itulah berembus kabar Noordin yang disebut-sebut salah seorang pemimpin tandzim Al-Qaidah wilayah Asia Tenggara tewas terbunuh. Selain menembak empat tersangka teroris, polisi meringkus tiga orang. Tak cuma itu, tim Densus 88 menemukan delapan karung bahan peledak.

Menurut juru bicara Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Polisi Nanan Sukarna, polisi menemukan pula sejumlah granat dan senjata di rumah yang disewa selama lima bulan oleh pasangan Adib Susilo dan Putri Munawaroh tersebut. Polisi juga mendapati dua komputer jinjing merek Acer dan Toshiba, satu handycam, dua telepon genggam, buku tabungan, dan dokumen tertulis.

Kendati demikian, tak banyak warga mengetahui secara persis proses evakuasi empat jenazah yang diduga teroris tersebut. Yang jelas, Kamis siang polisi segera bergerak cepat mengurus keempat jasad yang tewas dalam baku tembak di Kampung Kepok Sari, Mojosongo. Hari itu juga keempat jenazah diterbangkan ke Ibu Kota, untuk proses identifikasi di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Kepala Polri atau Kapolri pun datang ke Rumah Sakit Polri. Bahkan, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso turut mendampingi Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri.

Tentu saja, perhatian dari dua pucuk pimpinan militer dan kepolisian ini kian menguatkan dugaan salah satu teroris yang melayang nyawanya di Mojosongo adalah Noordin M. Top. Pria berusia 41 tahun asal Malaysia ini memang sedang diburu aparat karena terlibat banyak pengeboman di Indonesia. Terakhir, Noordin disebut-sebut di belakang serangkaian aksi bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, 17 Juli silam [baca: Jejak Bom dan Perburuan Teroris].

Noordin memang terkenal lihai meloloskan diri. Betapa tidak? Sembilan tahun gembong teroris di Asia Tenggara ini diburu polisi di Indonesia, belasan kali pula dia lolos. Sepak terjang lulusan Universiti Teknologi Malaysia ini pun sangat menakutkan. Bersama Doktor Azahari, Noordin menebar teror di Tanah Air, yakni berkali-kali kedua warga Malaysia itu terlibat atau mendalangi peledakan bom di Bali dan Jakarta. Setelah perburuan panjang, Azahari tewas dalam pengepungan di Kota Batu, Jawa Timur, empat tahun silam. Setahun kemudian, Noordin pun nyaris masuk dalam genggaman polisi ketika penyergapan besar-besaran di Wonosobo. Pun dalam penyergapan di Temanggung, Jawa Tengah, bulan silam. Noordin yang sangat piawai merekrut anggota Jamaah Islamiyah atau calon pelaku bom bunuh diri itu diyakini tewas meskipun belakangan tidak terbukti [baca: Noordin M(emang) Top].

Perburuan terhadap dedengkot teroris di Indonesia dan Malaysia dan itu akhirnya usai. Hanya hitungan jam setelah empat jenazah teroris tiba di Jakarta, Kapolri Bambang Hendarso memastikan salah satu korban tewas dalam penggerebekan di Mojosongo, Solo, adalah Noordin. "Berdasar sidik jari, terdapat kesamaan pada 14 titik, baik jari kiri maupun kanan identik dengan DPO (Daftar Pencarian Orang) yang sembilan tahun kita jadikan target untuk kita tangkap. Dan dia adalah Noordin M Top," ujar Kapolri di Markas Besar Polri, Jakarta.

Menurut Jenderal Bambang Hendarso, keberhasilan tim Densus melumpuhkan empat teroris dalam penggerebekan Kamis pagi itu menjadi berkah bagi bangsa Indonesia. "Ini adalah berkah di bulan Ramadan bagi seluruh bangsa Indonesia." Kapolri menambahkan, selain Noordin, korban yang tewas adalah Bagus Budi Pranoto alias Urwah (pengebom Kedutaan Besar Australia pada 2003), serta Susilo alias Abid yang menghuni rumah di Mojosongo, Ario Sudarso alias Aji alias Suparjo Dwi Anggoro alias Dayat alias Mistam Husamudin. Sementara korban luka adalah Putri Munawaroh yang dirawat di RS Polri yang tak lain istri Susilo.

Dua hari kemudian, kepolisian pun memastikan satu dari empat jenazah tersangka teroris yang tewas dalam penggerebekan di Mojosongo, Solo, adalah Noordin M. Top. Kepastian ini diperoleh setelah Mabes Polri melakukan tes asam deoksiribonukleat (DNA) terhadap jenazah tersebut yang dicocokkan dengan contoh DNA dari ketiga anak Noordin. Kepastian ini diungkapkan juru bicara Polri, Nanan Sukarna.

Bila tak ada pencocokan sidik jari atau tes DNA, polisi memang kerepotan. Dari sepuluh wajah Noordin yang dibuat secara rekayasa oleh kepolisian, ternyata tidak satu pun yang mirip dengan wajah sebenarnya. Dalam foto pascapenggerebekan di Mojosongo, Solo, sang gembong teroris tampak berjanggut panjang dan berkumis.

Sejatinya, sebelum penyergapan di Mojosongo, polisi sedang memburu Urwah alias Bagus Budi Pranoto, bekas terpidana terorisme yang pernah ditangkap polisi pada Juli 2004. Urwah lolos dalam operasi di Solo pada 7-8 Agustus silam. Dan usai membekuk Rohmad Puji Prabowo alias Bejo dan Supono alias Kedu di Solo, Rabu siang, polisi langsung menuju rumah kontrakan Susilo di Kepuhsari. Nah, sesuai keterangan Bejo, Urwah ada di rumah Susilo. Bejo sendiri merupakan rekan Urwah selama ini.

Ternyata, tim pemburu teroris sedang mujur. Saat penyergapan yang diwarnai baku tembak, terungkap ada dua buronan penting di kediaman Susilo, yaitu Ario Sudarso dan Noordin M. Top. Adapun Ario Sudarso adalah perakit bom yang juga melatih Sugi, perakit bom di kelompok Palembang yang diringkus pada 2008.

Terlepas benar tidaknya ada unsur keberuntungan, banyak kalangan baik dalam maupun luar negeri memuji keberhasilan Polri. Tak kurang dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan apresiasi terhadap Polri lantaran melumpuhkan gembong teroris yang paling dicari di dalam negeri.

Pujian juga datang dari luar negeri. Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengatakan, tewasnya Noordin M. Top adalah prestasi signifikan yang akan membuat kawasan Asia Tenggara lebih aman. "Ini adalah prestasi signifikan yang akan membuat Indonesia dan kawasan lebih aman," kata Lee dalam surat kepada Presiden Yudhoyono, seperti dirilis Kementerian Luar Negeri Singapura.

Seperti sejawatnya dari Singapura, Perdana Menteri Australia Kevin Rudd memuji dan menyampaikan selamat kepada Indonesia. "Ini adalah operasi yang sangat sulit dan memakan waktu panjang. Kredit (keberhasilan) ini pantas diberikan untuk bangsa Indonesia lewat aparat keamanannya yang telah menunaikan tugas ini," katanya dalam sebuah wawancara dengan ABC AM, Jumat pagi.

Sukses Polri pun mendapat pujian dari Amerika Serikat. Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Philip J. Crowley menyatakan, penggerebekan yang dilakukan Kepolisian Indonesia itu sebagai kemajuan penting. "Tentu saja, ini menunjukkan kemajuan penting yang dicapai Indonesia dalam memerangi kalangan politik garis keras," kata Crowley, menjawab pertanyaan sejumlah wartawan di Washington DC, AS, Kamis silam.

Namun, segala pujian itu dinilai secara hati-hati oleh Ketua Badan Pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat Institut Setara, Hendardi. Ia berpendapat, kematian Noordin M. Top tidak berarti terorisme di Indonesia menjadi lumpuh. Dalam siaran persnya, Ahad silam, Hendardi menyatakan, masih ada kader-kader baru yang telah didik dengan cara pandang "xenophobia" (kebencian terhadap sesuatu hal yang dianggap asing atau berbeda) dan pemikiran yang membenarkan tindak kekerasan.

Selain itu, menurut Hendardi, masih terdapat sejumlah orang yang dinyatakan buron yang hingga kini masih belum ditangkap polisi. Misalnya, Syaifudin Zuhri bin Djaelani Irsyad alias Syaifudin Jaelani. Semua itu, imbuh Hendardi, berpotensi menjadi cikal bakal teror baru di tengah masyarakat.

Tak hanya itu, tewasnya Noordin M. Top diduga mengubah garis komando jaringan kelompok Noordin. Polisi mengaku mengantisipasinya. "Sepengetahuan saya sudah pasti akan jadi atensi dari tim (Densus 88), bahwa itu kemungkinan yang harus diantisipasi, sejak sekarang tentunya," kata juru bicara Mabes Polri Nanan Sukarna. Setelah tewasnya Noordin, kelompok ini diduga akan dikomandoi Syaifuddin Zuhri. Kemampuan Zuhri merekrut orang merupakan salah satu alasan yang membuatnya cukup berpengaruh.

Pandangan berbeda datang dari pakar terorisme dari Institute of Defence and Strategic Studies di Singapura, John Harrison. Seperti dikutip jaringan televisi Aljazeera, Harrison mengatakan, Noordin M. Top kemungkinan sulit digantikan karena sangat sedikit individu yang mampu mengkombinasikan kharisma, kemampuan organisasi dan jaringan yang dimilikinya.

Noordin M. Top diyakini menjadi pemimpin kelompok sempalan yang terkait dengan Jamaah Islamiyah yang berjuang mendirikan Negara Islam di Asia Tenggara. Pada 2005, dalam rekaman video, Noordin mengklaim dirinya perwakilan jaringan Al-Qaidah di Asia Tenggara, yang akan melakukan serangan terhadap warga sipil Barat dan membalas kematian orang muslim di Afghanistan.

Kini, petualangan penebar teror itu tamat. Kapolri Jenderal Bambang Hendarso memastikan jenazah Noordin bisa diambil setelah Lebaran. Gembong teroris itu rencananya akan dimakamkan di kawasan Sungai Tiram, Johor Baru, Malaysia.

Dan, sukses Polri menewaskan Noordin seolah "kado Lebaran" untuk pemberantasan terorisme di Tanah Air. Bahkan, saat musim mudik Lebaran seperti sekarang, banyak orang menyempatkan diri menyaksikan rumah yang sempat dijadikan persembunyian teroris di Mojosongo itu.(ANS/Dari berbagai sumber)

http://berita.liputan6.com/mendalam/200909/244916/Kado.Lebaran.dari.Mojosongo

AnryNovh [9:01 PM] ::

[ Minggu, April 05, 2009 ]
 
DIPAKSA GOLPUT

MENJELANG perhelatan nasional, pemilu legislatif 9 April nanti, ternyata banyak permasalahan mencuat. Sebut saja dari kertas suara rusak, logistik pemilu terlambat hingga daftar pemilih tetap atau DPT yang bermasalah. Belum lagi soal keterlambatan laporan rekening dana kampanye sejumlah partai politik.

Sejumlah elite partai politik yang baru, terutama yang mengajukan diri sebagai calon presiden, pun khawatir. Boleh jadi mereka cemas upaya keras selama ini untuk menggalang dukungan, terutama dari kalangan akar rumput atau wong cilik, bakal sia-sia.

Wacana penundaan pemilu pun bergulir, tapi penyelenggara pesta demokrasi (KPU) bersikukuh pemilu tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Toh, tudingan tetap mengarah kepada KPU. Belum lagi sejumlah keputusan yang dikeluarkan KPU dianggap melanggar undang-undang. Ini jelas bukan tudingan main-main.

Dan, ini jelas menjadi makanan empuk bagi media massa elektronik maupun cetak. Pers pun rajin memberitakan kesemrawutan DPT dan sejumlah masalah tersebut. Kendati demikian, lagi-lagi KPU seolah bermoto The Show Must Go On. Komisi ini pun menjanjikan segala permasalahan dapat terselesaikan sebelum hari pencontrengan dimulai.

Soal akurasi dalam penetapan DPT memang dipertanyakan. Sebab, seperti pemberitaan di layar televisi dan halaman suratkabar maupun majalah, banyak DPT yang memang bermasalah di banyak daerah. Sebagai contoh, ada bayi dan orang yang sudah meninggal mendapat DPT. Pun demikian dengan anggota TNI dan Polri, ada yang mendapat DPT, padahal mereka tak mempunyai hak memilih. Sedangkan ada banyak warga negara yang seharusnya mempunyai hak pilih justru tak terdaftar.

Ini jelas ajaib. Di mana akurasi dan proses validasi ditempatkan dalam perhelatan akbar yang sangat menentukan nasib bangsa ini lima tahun ke depan? Terlebih, komisi itu sempat meminta anggaran sebesar Rp 47,9 triliun.

Sebagai gambaran, Maret silam, KPU menetapkan jumlah pemilih untuk Pemilu 2009 sebesar 171.265.442 orang. Jumlah ini lebih banyak dari tahun 2004 yang mencapai sekitar 153,3 juta pemilih. Peserta pemilu tahun ini pun lebih besar, yakni mencapai 44 parpol, termasuk enam partai lokal di Aceh. Sedangkan pada Pemilu 2004 hanya sebanyak 24 parpol.

Akurasi data pemilih ibarat pepatah jauh panggang dari api. Hal itu sebenarnya bisa dibereskan segera bila memang KPU berniat dan bersungguh-sungguh. Bila tidak, jangan salahkan bila kelak banyak pihak menggugat. Dan bukan tak mungkin, tudingan manipulasi politik ditujukan kepada KPU.

Ataukah, ada "tangan-tangan gaib" yang memang sengaja memanipulasi data pemilih demi kepentingan kelompok atau golongannya? Boleh jadi, mereka takut dengan potensi golongan putih alias golput yang diprediksi bisa mencapai angka 30 persen--jumlah yang melebihi syarat pencalonan seorang capres. Angka 30 ini diperoleh dari perbandingan di sejumlah pilkada, terutama daerah yang padat penduduk.

Namun manipulasi itu, kalau memang benar adanya, justru dapat menyuburkan potensi golput di masa mendatang. Mereka yang hak pilihnya "dicerabut" lantaran kekacauan pendataan bisa berubah menjadi golput pada pemilu mendatang. Logika sederhananya, mereka dipaksa menjadi golput oleh ketidakberesan pemuktahiran data pemilih di negeri yang serba "ajaib" ini. Mendata saja tak becus, bagaimana menghitung hasil pemilihan nanti?(ANS/Berbagai sumber dan pengamatan)

AnryNovh [2:38 PM] ::

[ Jumat, November 28, 2008 ]
 
WOMAN *

Woman I can hardly express,
My mixed emotion at my thoughtlessness,
After all I'm forever in your debt,
And woman I will try express,
My inner feelings and thankfullness,
For showing me the meaning of succsess,
oooh well, well,
oooh well, well,

Woman I know you understand
The little child inside the man,
Please remember my life is in your hands,
And woman hold me close to your heart,
However, distant don't keep us apart,
After all it is written in the stars,
oooh well, well,
oooh well, well,

Woman please let me explain,
I never mean(t) to cause you sorrow or pain,
So let me tell you again and again and again,
I love you (yeah, yeah) now and forever,
I love you (yeah, yeah) now and forever,
I love you (yeah, yeah) now and forever,
I love you (yeah, yeah)....


*
song by John Lennon


AnryNovh [6:55 AM] ::

[ Rabu, Oktober 29, 2008 ]
 
DEBORAH *

I read your letter
I got it just the other day
You seem so happy
So funny how time melts away
It's such a pleasure
To see you growing
And how you're sending your love
Thru' the air today
I think of Heaven
Each time I see you walking there
And as you're walking I think of children
Everywhere
It's in your star sign
You growing stronger
I can't believe you
It's so good to care
Thru' enchantment - into Sunlight
Angels touched your eyes
Your Highness - Electric - So Surprise
Is this your first life
It seems as tho' you have lived before
You help me hold on
You have a heart like an open door
You sing so sweetly
My Love adores you
She does, she's thinking of you
Right now, I know
The summer's coming
I'll keep in touch so you're not alone
Then like a swallow, you'll fly away
Like birds have flown
So let me tell you
How much I love you
I'd make the songbirds sing
For you again
Well now it's goodnight
Sweet angel, read this letter well


* Jon Anderson and Vangelis





AnryNovh [5:17 AM] ::

[ Sabtu, Agustus 30, 2008 ]
 
GAMBANG SEMARANG *


Ampat penari kian kemari
jalan berlenggang, aduh...
Langkah gayanya menurut suara
irama gambang

Sambil bernyanyi, jongkok berdiri
kaki melintang, aduh...
Sungguh jenaka tari mereka
tari berdendang

Reff:
Bersuka ria, gelak tertawa
semua orang
kar’na hati tertarik gerak-gerik
si tukang gendang

Ampat penari membikin hati
menjadi senang, aduh...
itulah dia malam gembira
Gambang Semarang


Oey Yok Siang/Sidik Pramono

AnryNovh [4:53 AM] ::